Definisi Azab
Secara Etimologis
1. Azab
menurut bahasa Arab ‘aqoba-yu’kibu yang artinya balasan, siksa, teguran bagi
umat yang melanggar larangan agama.
2. Dalam bahasa inggris Azab adalah “punishment” yaitu hukuman, siksaan, to take o’s like a man menerima penyiksaan itu sebagai seorang jantan, perilaku yang amat kasar. punishment is will occurs if human collide the prohibition of religion and they will get turtune from Gad
3. Dan
dalam bahasa Indonesia Azab adalah siksaan yang di hadapi manusia atau
makhluk Tuhan lainnya
Secara
terrminologi :
1. Menurut salah satu ahli Tafsir : Azab adalah siksaan
yang menimpa manusia sebagai akibat dari kesalahan yang pernah atau sedang
dilakukan atas larangan Tuhan.
2. Menurut
Prof. Quraish Shihab : Azab adalah suatu kemurkaan Allah akibatpelanggaran yang
dilakukan manusia yaitu pelanggaran sunnatullah di alam semesta dan pelanggaran
syariat Allah yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul-Nya, termasuk Nabi
Muhammad SAW.
Dari definisi diatas menyimpulkan bahwa Azab adalah suatu peringatan
akan kemurkaan Allah pada makhluknya (manusia) yang telah melanggar perintah
Allah yaitu perbuatan yang dilarang baik berupa ibadah, amal, iman dan
lain-lain, dibalasnya dengan teguran berupa bencana alam.
Bentuk dan Penyebab azab
Sesungguhnya kita telah punya jawabannya dari ayat-ayat Alquran. Ketika
Allah membinasakan suatu kaum, di satu sisi hal tersebut adalah azab yang Allah
timpakan kepada mereka lantaran kekufuran mereka kepada Allah swt. Namun, di
sisi lain itu merupakan ujian bagi kaum yang beriman, supaya mereka lebih dapat
meningkatkan keimanannya kepada Allah swt. Contoh, kisah Nabi Nuh a.s. yang
dipaparkan Allah dalam surat ayat 25-49. Di sana Allah mengisahkan kaum Nabi
Nuh senantiasa ingkar dan tidak mau beriman kepada Allah swt., maka Allah
timpakan azab kepada mereka berupa banjir yang sangat besar. Bahkan, Alquran
menggambarkan banjir itu datang dengan gelombang seperti gunung. (Hud: 42).
Peristiwa ini jika dilihat dari satu sisi adalah azab yang Allah timpakan
kepada kaum Nabi Nuh karena keingkaran dan kekufuran mereka. Namun di sisi yang
lain peristiwa itu adalah ujian dan cobaan sekaligus rahmat bagi orang-orang
beriman yang mengikuti Nabi Nuh. Bagi Nabi Nuh sendiri, kejadian tersebut
merupakan ujian berat. Karena dengan mata kepalanya sendiri dari bahtera yang
dinaikinya, ia menyaksikan anak kandungnya lenyap ditelan ombak besar (Hud:
43). Orang tua mana yang tega melihat anaknya meregang nyawa ditelan ombak
besar, sementara ia aman di atas sebuah bahtera? Jadi, ini adalah cobaan yang
begitu berat bagi Nabi Nuh, sekaligus peringatan bagi Nabi Nuh sendiri maupun
bagi umatnya. Dalam Alquran
banyak sekali diceritakan tentang musibah dan bencana yang menimpa orang-orang
terdahulu.Dan, semua musibah dan bencana besar yang pernah
menimpa manusia diterangkan oleh Alquran adalah selalu terkait dengan
kekufuran dan keingkaran manusia itu sendiri kepada Allah swt. Telah
tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan
manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat)
perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah:
“Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan
orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang
mempersekutukan (Allah).
Berikut adalah di antara ayat-ayat Alquran yang berbicara mengenai
bencana atau azab yang menimpa suatu kaum kaum, termasuk diri kita.
1. Penyebab
terjadi azab atau musibah adalah lantaran mendustakan ayat-ayat Allah. Padahal
jika kita beriman, Allah akan membukakan pintu-pintu keberkahan baik dari
langit maupun dari bumi. (Al-A’raf: 96)
2. Penyebab
terjadinya bencana atau musibah adalah lantaran manusia menyekutukan Allah
dengan sesuatu (baca: syirik), seperti mengatakan bahwa Allah memiliki anak.
Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh. Karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. (Maryam: 91).
Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh. Karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. (Maryam: 91).
3. Allah timpakan bencana kepada kaum yang tidak mau
memberikan peringatan kepada orang-orang dzalim di antara mereka. Dan
peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang
zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
(Al-Anfal: 25).
4. Dalam hadits juga digambarkan bahwa azab dan bencana
itu bisa bersumber dari kemaksiatan yang akibatnya dirasakan secara sosial. Di
antaranya adalah perbuatan zina dan riba. Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. bahwa
Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah suatu kaum mereka melakukan dengan
terang-terangan berupa riba dan zina, melainkan halal bagi Allah untuk
menimpakan azabnya kepada mereka.” (HR. Ahmad).
Sesungguhnya masih banyak ayat dan hadits yang memaparkan tentang
sebab-sebab terjadinya musibah atau bencana. Tapi, dari yang dipaparkan di atas
kita tahu bahwa setiap musibah dan bencana selalu terkait dengan dosa yang
dilakukan oleh manusia. Bentuknya bisa berupa membudayanya praktik riba dan
zina. Bisa juga karena mengkufuri nikmat Allah, mendustakan ayat-ayat Allah,
dan menyekutukan Allah.







0 komentar:
Posting Komentar