Senin, 02 November 2015

SIAP JADI SEORANG PEMIMPIN???


Semua orang bisa menjadi seorang pemimpin, namun tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin hebat yang sukses melaksanakan tugas dan mencapai tujuan yang diamanatkan kepadanya. Apa saja tanda orang yang belum siap memiliki posisi kepemimpinan? Berikut adalah 8 ciri pemimpin yang belum siap menjadi seorang pemimpin:
1. Kurang empati
Empati adalah kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain. Kurangnya empati kepada bawahan merupakan indikator utama dari seorang pemimpin yang buruk. Jika seorang pemimpin tidak bisa menempatkan diri dan merasakan apa yang dirasakan oleh bawahan, mereka tidak akan pernah menjadi pemimpin yang benar-benar hebat.

2. Takut perubahan
Perubahan mungkin menakutkan bagi semua orang, terutama bila melibatkan banyak uang atau menyangkut kepentingan banyak orang. Seorang pemimpin yang tidak berani mengambil keputusan dan tanggung jawab terkait sebuah perubahan yang harus dilakukan dengan cepat bukanlah ciri seorang pemimpin yang hebat.
3. Terlalu mudah berkompromi

Kemampuan tim yang selalu menghasilkan keberhasilan dalam melakukan tugas adalah bukti efektifnya kerja seorang pemimpin. Namun seorang pemimpin yang terlalu bersedia berkompromi dan permisif pada banyak hal yang menghambat prestasi kerja, justru membuktikan ia adalah pemimpin yang lemah. Pemimpin hebat adalah yang memiliki batas yang jelas untuk berkompromi dalam mencapai target.

4. Terlalu suka memerintah
Ini adalah kesalahpahaman umum yang banyak berlaku di masyarakat, bahwa orang-orang yang suka memerintah adalah bos yang baik. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Seseorang yang hanya memerintah saja takkan mendapatkan loyalitas tim dan membuat bawahan merasa disepelekan. Pemimpin sejati tahu bagaimana cara mengelola bawahan dan bawahan setia dipimpin oleh mereka.

5. Plin-plan
Pemimpin harus membuat keputusan. Bila seorang pemimpin selalu terlihat bimbang pada keputusan besar dan maupun kecil, mereka mungkin akan mengalami banyak kesulitan dalam posisi kepemimpinan. Hal ini menunjukkan kurangnya rasa percaya diri yang akan menular pada bawahan yang dipimpin dalam wujud ketidakpercayaan dan hilangnya wibawa.

6. Miskin karakter
Dalam hidup, siapapun butuh teman dalam kehidupannya untuk mengingatkan seandainya perilaku atau sifat kita mulai bergeser. Seorang pemimpin yang tidak bisa menerima nasehat orang lain dan selalu beralasan untuk membela diri saat menemukan dirinya berada dalam posisi tidak tepat, saat itu orang akan tahu bahwa ia bukanlah seorang pemimpin yang baik. Seorang pemimpin yang baik sangat perlu penilaian, masukan dan melihat diri sendiri dari kacamata banyak orang sebagai bentuk introspeksi.

7. Tak punya keseimbangan hidup
Seseorang yang datang ke kantor paling pagi dan pulang paling akhir mungkin tampak seperti seorang kandidat yang layak untuk dipromosikan untuk jabatan kepemimpinan. Mungkin kesan itu hanya yang tampak diluar saja, tapi apakah kita tahu bahwa orang tersebut telah memiliki keseimbangan dalam hidupnya?  Kurangnya keseimbangan hidup dapat menjadi sumber masalah, misalnya kelelahan dan tidak optimalnya kualitas kerja. Seorang pemimpin yang tidak dapat bisa membagi waktu untuk dirinya sendiri, sudah pasti ritmenya akan terbawa pula dalam lingkungan pekerjaan dan mempengaruhi kerja tim secara keseluruhan.

8. Kurangnya kerendahan hati
Penting bagi seorang pemimpin untuk memberi kepercayaan kepada bawahan. Orang yang bertindak seolah-olah mereka bisa melakukan semuanya dan satu-satunya orang yang bisa melakukannya dengan benar, tidak mungkin bisa menjadi seorang pemimpin besar karena mereka akan terlalu sibuk mengerjakan tugas yang seharusnya bisa dilakukan oleh orang lain. One man show adalah bukan semangat seorang pemimpin yang baik.
8 ciri diatas bukanlah bukanlah suatu tanda yang mutlak, bukan untuk mengatakan bahwa seseorang yang memiliki salah satu karakteristik tersebut diatas secara otomatis tidak layak menjadi seorang pemimpin. Justru bila kita menyadari bila ada salah satu dari 8 ciri tersebut, maka kita dapat belajar untuk memperbaiki kebiasaan buruk agar dapat menjadi pemimpin yang lebih baik dalam hidup pribadi dan bisnis.

Dari 8 ciri tersebut di atas dapat diinterprestasikan bahwa seorang pimpinan atau ketua, direktur ataupun namanya seorang pemimpin harus MUMPUNI, untuk bisa mumpuni kuncinya pada bersandar pada keilmuan yang dimiliknya.

Sumber :
 http://wartawirausaha.com
Follow us:
 @idewirausaha on Twitter